BADAN KOORDINASI SERTIFIKASI PROFESI
SUMATERA UTARA
 membangun infrastruktur kompetensi

SEMARANG, suaramerdeka.com - Menghadapi ASEAN Ecomomic Community (ACE/MEA) yang diberlakukan 2015, Jateng fokus menyiapkan 12 lembaga sertifikasi profesi (LSP). Empat di antaranya sudah berjalan dan menjadi rujukan meliputi sektor furnitur, koperasi, garmen, dan ATMI Solo untuk industri mesin.

"Delapan LSP lain akan membantu dalam sertifikasi dan verifikasi berbagai industri yang meliputi industri teknik, audio video, penjualan, batik, penyiaran, keris, call center, dan tenun," kata Ketua Badan Koordinasi Sertifikasi Profesi (BKSP) Jateng, Hertoto Basuki.

 

Menurut dia, kebutuhan sertifikasi kompetensi keahlian SDM di berbagai sektor industri bergantung pada LSP di daerah. LSP butuh dukungan ahli dan asesor yang menguji kompetensi SDM.

BKSP Jateng telah menciptakan 1.300 asesor kompetensi di 25 bidang keahlian profesi, dan 10 master asesor yang berlisensi BNSP yang dapat membantu dalam membangun industri. Keberadaan asesor memberikan latihan dengan kurikulum standar kompetensi kerja industri.

"Penerapan sertifikasi uji kompetensi sangat relevan, apalagi menuju AEC 2015 dan persaingan industri regional semakin tinggi," ujarnya.

Ketua Komisi Sertifikasi dan Lisensi Badan Nasional Sertifikasi Profesi (BNSP), Asrizal Tatang mengatakan, menjelang ACE 2015 SDM industri perlu disiapkan. Sertifikasi kompetensi keahlian SDM industri sangat dibutuhkan, mengingat akan terjadi aliran perdagangan dan jasa serta pekerja lintas batas.

Pembentukan Lembaga Sertifikasi Profesi (LSP) di berbagai sektor industri harus segera dilakukan. Sertifikasi untuk mendapatkan SDM industri yang memenuhi standar merupakan bagian dari hasil kesepakatan forum ASEAN Ecomomic Community.

"AEC 2015 tinggal menghitung hari lagi, kita harus segera menyiapkan SDM yang bersertifikasi, sehingga mampu bersaing dengan tenaga kerja dari luar negeri. Jika tidak segera dilakukan, bukan tidak mungkin mereka akan tersisih oleh pekerja asing yang sudah lebih dulu mensyaratkan standarisasi SDM," tuturnya.

Sertifikasi kompetensi saat ini bisa dilakukan melalui asesor yang secara nasional baru tercatat sekitar 1.800 orang. Jumlah tersebut masih sangat kecil bila dibandingkan dengan jumlah tenaga kerja untuk berbagai bidang industri.

 

Menurut dia, Jateng merupakan wilayah terbaik dalam pengembangan LSP yang secara aktif berkoordinasi dengan pusat dalam pengembangan industri. "Diharapkan Jateng dapat menjadi benchmark, bagaimana koordinasi dan kewenangan untuk melakukan standarisasi kompetensi bidang industri bisa dilakukan di daerah," ujarnya

Login Form

Kalender kegiatan

◄◄
►►
Maret 2019
Sen Sel Rab Kam Jum Sab Min
1
2
3
4
5
6
7
8
9
10
11
12
13
14
15
16
17
18
19
20
21
22
23
24
25
26
27
28
29
30
31

Mitra Kerjasama